Monday, February 1, 2010

MENYERAHKAN SUMBANGAN



Alhamdulillah, meski kaki pada bengkak karena kelamaan duduk di bus, akhirnya sampai juga saya di Padang, Kota tujuan terakhir saya di pulau sumatra. Saya dijemput oleh pak efrizal bersama temannya. dengan naik kijang tahun 90an, saya diajak keliling kota Padang melihat kerusakan gedung2 dan rumah2 penduduk yang hancur di guncang gempa, sebagian ada retak2, bahkan terminal kota hampir rata dengan tanah. Di kanan kiri jalan terlihat bnyak puing2 berserakan, tenda2 darurat yang masih dipergunakan penduduk untuk bermalam, karena mmg rumahnya sudaah tidak bisa lagi dipergunakan untuk berlindung.
setelah maghrib, saya diajak ke rumah pak efrizal yang ada di padang pariaman. di pariaman inilah lokasi yang paling parah kerusakannya, seperti berita yang ada di tv2. sekitar jam 8 malam, saya tiba di rumah beliau. setengah rumahnya hancur, dia tidak berani menempati kecuali sudah diperbaiki. di sebelah rumahnya didirikan "rumah sementara dari kayu" yang dihuni oleh kakak dan saudara2nya. kira2 ukuran 4x5m ditempati 3 keluarga. di sudut ruang tamu yang menyatu dengan ruang tidur dan dapur, terdapat kasur yang dipake tidur kakaknya yang sudah tengah baya. kakinya patah di balut secara tradisional oleh tukang ahli tulang daerah setempat.
penyerahan bantun uang saya lakukan di tempat tersebut. total dengan yang saya kirim beberapa hari yg lalu yang sudah saya serahkan kepada pak Efriza berjumlah 23 juta. semoga bermanfaat.
Setelah penyerahan itu, saya diajak keliling kampung yang memang agak terpencil, namun karena listrik belum menyala disebabkan aliran masih terputus, saya berjalan dalam kegelapan menyaksikan rumah kampung yang kebanyakan dari kayu itu rata dengan tanah. Malam semakin larut akhirnya kami kembali ke padang, 1,5 jam perjalanan. istirahat di rumah pak efrizal yang ada di padang, sudah retak2 tapi masih layak untuk dipakai istirahat, saya harus istirahat, sebab pagi jam 8 saya sudah harus di bandara minangkabau untuk berangkat ke jakarta.

Labels: , ,

PERJALANAN DARAT MEDAN - PADANG




Ketika tugas mengembelikan santri aceh telah selesai dan sudah saya dapatkan tanda tangan serah terima, malamnya saya mencoba tafakkur di masjid raya Medan yang megah. dari menjelang magrib sampai setelah sholat isya' saya duduk termenung di dalam masjid. Saya teringat kalo di Medan ini ada tetangga di Malang jatim yang kerja di Pertanahan Medan. saya minta no hpnya alhamdulillah dapat. Setelah saya hubungi, Mas Pri, tetangga saya itu menjemput saya di masjid tersebut.
Betapa bahagianya dia ketemu saya, dan semuanya tidak menyangka kalau bakal ketemu di perantauan. Saya diajak makan di sebuah restoran mewah untuk ukuran saya. setelh malam agak larut, oleh mas Pri saya diantar kembali ke hotel untuk istirahat, sekalian pamitan karena dia besok ada acara dengan walikota sehingga tidak bisa menemani saya kembali.
Pagi sampai siang saya habiskan waktu untuk jalan2 sendiri, saya menyusuri kota medan dengn naik angkot. angkot apapun saya naiki. sampai di manapun saya tidak peduli. sehingga capek, tepat jam 11 saya harus kembali ke hotel, cek out dan segera akan melanjutkan perjalanan menuju padang.
jam 4 sore, saya berangkat dari pul bus ALS, antar lintas sumatra, menuju padang lokasi gempa yang merupakan tugas terakhir saya dalam misi memberikan sumbangan korban gempa. sebenarnya saya harus naik pesawat dari medan ke padang, tapi karena saya ingin mencoba naik bus saja, sehingga tiket yang sudah dipersiapkan dari pondok dibatalkan.
saya tidak menyangka, ternyata perjalanan dari medan menuju padang jauh sekali. praktis 25 jam saya berada di atas bus, yang sesekali berhenti untuk makan dan sholat. melawati danau toba yang indah, jalan yang berkelok kelok yang tidak ada henti2nya, tapi karena malam hari, saya tidak sempat ambil gambar pemandangan indah di atas danau toba. jam 3 sore saya telah sampai di bukit tinggi, kata orang yang duduk di samping saya, katanya kota padang 2 jam lagi. alhamdulillah, tepat jam 5 sore saya tiba di padang dan langsung dijemput oleh pak efrizal. ketua MPP padang.

Labels: , , ,

Friday, January 29, 2010

BERANGKAT KE PADANG LEWAT MEDAN


Surat tugas dari Mudir Ma’had no 484/PPMIA/01/X/2009 sebagaimana dalam isi surat, bahwa saya mendapatkan amanah untuk mendampingi dan mengantarkan santri yang bernama Salmiadi, santri asal Blang Pidie Aceh. Karena alasan tertentu maka dia dikembalikan ke orang tua. Disamping mengantarkan santri tersebut, dalam surat tugas itu saya juga dapat amanah untuk untuk menuju ke kota Padang Sumatra Barat dalam rangka distribusi bantuan penggalangan dana untuk korban gempa di ibu kota propinsi Sumatra Barat tersebut.

Berangkat dari PPMI Assalaam, hari Rabu, tanggal 21 Oktober 2009 jam 07.30. dilepas oleh Wadir II, Ustadz Arkanuddin, ST. Sebelum berangkat saya pastikan dulu contak person yang akan saya temui di Medan Sumatra Utara. Dia adalah Pak Zulkifli, perwakilan dari Diknas Aceh, akan tetapi beliau tidak dapat berjumpa dengan saya dan Salmiadi karena ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan. Akhirnya saya diminta bertemu dengan saudaranya yang akan mewakili beliau, namanya Pak Syamsul Rizal, pemilik travel Abdiya, jl Laksana no 33M Medan Timur. Biro Travel yang memiliki jurusan Medan – Aceh, termasuk Blang Pidie di mana Salmiadi dan keluarganya berasal.
Sampai di Medan sekitar jam 15.30, lalu naik becak motor ke Biro Travel Abdiya. Pada awalnya Salmiadi tidak mau berangkat ke Aceh, karena Ibunya sekarang tinggal di Jambi. Tapi pesan dari Pak Zulkifli bahwa Salmiadi harus sampai di Aceh dulu. Cukup berat memastikan agar Salmiadi mau berangkat ke Aceh, karena dia bersikeras akan berangkat ke Jambi sore itu juga, dan sudah bersiap-siap akan menyetop angkutan jurusan terminal Medan. Akhirnya saya dapat membujuknya dan meyakinkan dirinya dan itu melegakan saya.
Serah terima Salmiadi kepada Pak Syamsu Rizal, mewakili Pak Zulkifli dari Diknas Aceh saya lakukan di kantor Biro Travel Abdiya menjelang magrib. Karena dari Pondok saya tidak membawa berkas serah terima, maka format dan redaksi berita acara serah terima saya buat sendiri dengan kertas dari buku kwarto bergaris milik Abdya Travel.

Labels: , ,