Wednesday, November 21, 2007

ANAKKU SUDAH BERNAMA

Harusnya nama pada anak yang baru lahir itu diberikan pada upacara Aqiqah, yaitu 7 hari setelah kelahiran, sekalian dipotong rambutnya sesuai ajaran rosul. Rencananya memang begitu, itu sudah lama saya nanti-nantikan, bahkan sudah nabung dan itung-itungan. Kira-kira sekian rupiah utk kelahiran dan sekian rupiah untuk dua kambing Aqiqah, tapi Allah punya kehendak lain, istriku akhirnya di cesar, yang pasti perlu biaya yang tidak sedikit, ya sudah.... Tabungan beberapa bulan yang aku siapkan akhirnya ludes untuk biaya operasi itu.
tujuh hari sudah berlalu, aku sudah beri nama pada anakku:

"ASADUDDIN EL FATA"

artinya............."(Makanya belajar bahasa Arab...)"

Wednesday, November 14, 2007

INILAH WAJAH ANAK LELAKIKU



Dari BKIA Abu Salman, dirujuk ke Rumah sakit AU di dekat bandara. Sementara Fia tidak sekolah dan Ela menemani Fia bermain. di RS AU itu aku mendapatkan pengalaman yang

luar biasa. Aku bisa menyaksikan dengan kekuasaan Allah dapat menyaksikan proses operasi Cesar itu. Dari Pembiusan, Pembedahan, Pengambilan Jabang bayi, dibersihkan, sampai dijahit kembali. Allahu Akbar. Silahkan klik gambar untuk melihat satu-satunya anak lelakiku agar diperbesar. BELUM PUNYA NAMA, SILAHKAN KLIK COMENTAR, ATAU EMAIL ulim93@telkom.net

AKHIRNYA HARUS CESAR



Rabu dini hari, jam 3 pagi 14 November, udara yang masih dingin karena semalam hujan, seketika menghilangkan rasa kantuk. Anak ragilku yang diprediksi lahir laki-laki nampaknya segera hadir di bumi. Karena erangan istriku tercinta yang kontraksi sudah lima menitan. Itu pertanda.... Detik itu juga kutinggalkan Fia dan Ela yang masih tidur menuju ramah bidan 300 meter jarak dari rumahku. Ku pacu motor di tengah rintik hujan yang dingin. Sementara angin dingin dinihari itu serasa menusuk tulang. Itu tidak aku pedulikan, yang penting jabang bayi yang sebentar lagi hadir di tengah keluargaku lebih aku pedulikan, asal selamat. Sementara satpam perumahan masih malas membuka mata karena kantuk dan dinginnya malam, aku buka sendiri pagar agar bisa masuk areal perumahan dimana bidan itu tinggal. Bel ditekan, keluarlah perawat yang sigap memeriksa dan menelpon sang bidan agar segera datang.


"Nyuwun sewu, pak, kadosipun bayine posisine melintang, sampun wayahe lahir, dirujuk teng Yarsis mawon, nggih?" kata bidan itu yang langsung membuat aku bagai tersambar petir. 'Ngalamat operasi iki.' batinku. Lalu aku disodori kertas rujukan utk kerumah sakit. Tanpa pikir panjang aku langsung ke Yarsis dan ngutang dulu 10 ribu ke bu bidan karena tak bawa uang.

Di yarsis tak ada dokter, mesin USG juga belum buka, ya sudah akhirnya pulang. Sementara perut istri terus menerus kontraksi dan waktu sudah menunjukkan jam 5 pagi, sholat dulu dikantor humas, utk telpon bu Ma'ruf kalo-kalo bisa dipijat. Tapi jawab bu Ma'rauf tidak bisa, sudah terlanjur. Jadilah kami ke BKIA Abu Salman di mendungan, sampai jam 6.30, akhirnya dokter tiba, dan setelah diperisa, tak ada kata lain selain OPERASI CESAR. Subhanallah.......

Monday, November 5, 2007

DIAOLOG DENGAN ULAMA HAMAS PALESTINA


hari ahad, 4 Nov 2007, aku mendapatkan tugas kantor untuk menghadiri daurah di rumah dokter ahli bedah tulang, dokter Tunjung S Suharso di jl. slamet riyadi tepatnya depan sriwedari. Daurah tersebut bersama DR Nawwaf Takruri, ketua Rabithah alam islami Palestina. Beliau juga aktifis pergerakan hamas, yang sampai saat ini dikenal paling getol memperjuangkan Palestina merdeka.

Daurah diawali dengan prolog, kemudian dibuka dengan dialog. dikatakan bahwa saat ini Palestina membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk membantu rakyat Palestina yang merdeka. Indonesia yang mrupakan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia diharap bisa membantu. di akhir dialog itu Dr Nawwaf memberikan buku karangannya 'Dahsyatnya jihad harta'. acara berakhir ketika adzan ashar berkumandang.

DUBES AS BERTANYA, SAYA JAWAB

Selasa, 23 oktober 2007 PPMI Assalaam kedatangan tamu, bukan main-main status tamu tersebut, karena melibatkan pengamanan dari polsek, polres dan polwil Surakarta sebagai penjamin keamanannya. Sebagai seorang yang diamanati sebagai humas, saya harus menyambutnya seperti tamu-tamu yang lain dengan ramah. Dialah David A Odsgood, Sekretarus II bidang Politik kedutaan besar Amerika -walau saya tau, paman sam sedang dibenci oleh muslimin sedunia-. Ya.. saya ingin profesional.

Terus ngapain dia kesini? tanyaku dalam hati.

dengan ditemani asistennya, Beni, aku ajak bule itu ke kantor atas. Belum sempat ada conversation kecuali ho r u, and basa-basi lain, katanya ' I cme here just say hello and more infrmations bla bla....' oke. we're democratic pesantren, modern, dan tentu saja open. Tapi kami punya prinsip tentang akidah keislaman kami.

Sunday, November 4, 2007

DAURAH BERSAMA ULAMA HAMAS PALESTINA

Ahad, 4 November 2007 jam 12.00 siang, PPMI Assalaam mendapatkan undangan dari Pesantren Isy Karima Karanganyar untuk bisa hadir dalam pertemuan dengan Ulama sekaligus dosen Universitas An-Najah Nablus, DR. Nawwaf Takruri. Beliau adalah Ulama di bidang agama, peneliti yang terjun langsung dalam gejolak perjuangan Palestina dan memperjuangkannya dengan teguh, serta aktif dalam pergerakan politik Hamas. Bertempat di rumah ahli bedah tulang dr. Tunjung S Suharso, jl. Slamet Riyadi Surakarta, daurah ini juga dihadiri beberapa Ulama, diantranya hadir Ust. Sholehan MC. Humas PPMI Assalaam, Muslim Ridlo, S. Sos mewakili daurah tersebut. Dengan di dampingi dua moderator dari Isy Karima, beberapa pertanyaan muncul dari peserta daurah, Walaupun semua perbincangan berlangsung dengan menggunakan bahasa arab. Ulama Hamas tersebut dalam daurahnya mengatakan bahwa saat ini negaranya memerlukan dana yang tidak sedikit untuk bisa membantu kemerdekaan saudara-saudara kita yang ada di Palestina. Dan ini sekaligus menyangkut tujuannya datang ke Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Dalam ulasannya Dr. Nawwaf Takruri menyampaikan tentang pentingnya jihad dengan harta, "jihad harta adalah 'saudara kandung' dari jihad nyawa, karena Allah SWT berfirman,'Dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah,"Dalam kesempatan itu pula Beliau menyampaikan data yang valid, yaitu bahwa Palestina memerlukan Rp. 1 Milyar untuk biaya hidup sebulan, tetapi di Indonesia, belanja yang dikeluarkan Mudakhkhin (perokok) sebesar 8 Milyar. "Maka saya dan bangsa Palestina sangat bahagia, jika uang untuk rokok tersebut, satu bulan saja disumbangkan untuk Palestina," katanya dengan mata berkaca-kaca.Ditanya tentang mengapa Hamas tidak berperan aktif dalam konferensi yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat untuk kemerdekaan Palestina, dijawab bahwa, dalam Al-qur'an dijelaskan negosiasi dengan yahudi dan nashrani tidak membawa nilai apapun dan tidak pula membawa manfaat, dan ini sudah berlangsung puluhan tahun seperti sudah diperjuangkan pemimpin Palestina yang lalu. Di akhir Daurah, DR Nawwaf memberikan buku karangannya " Al Jihadu bil Maali fi Sabilillah. Buku setebal 174 Halaman tersebut dibagikan kepada seluruh peserta daurah, sekaligus mengajak kepada peserta untuk bisa membantu perjuangan bangsa Palestina yang merupakan saudara sesama muslim.